Peranan spasial mulai dari sistem dan teknologi yang ada pada dasarnya menjadi penting untuk digunakan dalam menunjang perencanaan pembangunan. Spasial merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan lokasi. Lokasi dalam hal ini dapat menekankan pada lokasi absolut maupun relatif. Secara absolulitas titik koordinat menjadi basis dalam melakukan berbagai analisis baik berupa jangkauan, keterkaitan jarak, serta pengembangan model berbasis akses lokasi.
Era 4.0 seiring adanya BIG Data mendorong peranan pendekatan spasial semakin penting baik untuk melakukan prediksi ataupun preskripsi. Mengingat seiring berkembangnya waktu tingginya berbagai resiko dalam aspek sektoral perencanaan pembangunan makin tinggi, oleh karena itu pendekatan spasial merupakan proxy penting untuk mengantisipasi berbagai hal tersebut. Perlu didorong dengan pendekatan spasial dilakukan berbagai mitigasi yang berbasis kewilayahan yang menyangkut diberbagai sektor ; baik pertanian, kesehatan, pertahanan, umkm, pariwisata dan sebagainya.
Oleh karena itu, dimensi ketidakpastian dalam perencanaan pembangunan baik yang berupa elemen lingkungan, kebermanfaatan nilai kewilyahan, dan ambiguitas pengambilan keputusan dapat diatas dengan pendekatan spasial yang kuat. Bayangkan ketika ketersediaan data secara lokasi mendetail berikut dengan profailing serta titik titik lokasi yang jelas maka segala sesuatu dapat dilihat secara faktual dan objektif.
Analitika berfikir system spasial perlu dibangun dan dikembangan dengan bermodalkan pada data - data yang telah diakusisi tersebut. Konsep rantai pasok sumberdaya dan interaksi komponen abiotik maupun biotik menjadi hal penting dalam optimalisasi pengetahuan spasial dibidang perencanaan pembangunan. Mengingat seperti yang diketahui, bahwa segala bentuk wilayah atau ciptaan sistem kehidupan pada dasarnya telah diciptakan dengan "mekanisme keteraturan". Hal inilah mengapa spasial itu penting dalam perencanaan pembangunan, mengingat seorang pengambil kebijakan tidak hanya melihat tujuan namun karakteristik keteraturan profil setempat sehingga tidak menganggu keseimbangan. Akantetapi justru mengotimalkan keseimbangan tersebut, serta sebagai suatu bentuk kesyukuran dalam memanfaatkannya.
" Berifkir konektivitas Spasial, Jangkauan Spasial, Multilayer spasial"
Pengembangan pendekatan spasial mendorong terwujudnya database spasial yang membangun komunikasi database antara spasial dan nonspasial (text, statistik, multimedia, naratif, historycal)
Komentar
Posting Komentar