Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Geospasial dalam kerangka Ekonomi Hijau

  Perkembangan teknologi dan pemikiran warga global telah mendorong adanya kepedulian dalam mengendalikan dan melestarikan lingkungan. Hal utama yang mendasari adalah menyeimbangkan antara supplay dan demand. GIS penting sebagai alat dalam melakukan pengelolaan dan pengolahan berbagai data untuk memadukan antara paramater spasial dengan statsitik... sehingga dapat melihat secara keruangan lokasi titik titik pusat pusat pertumbuhan ekonomi hijau.. wallahu a'lam bishawab

SEGITA KACAMATA ILMU : SEBUAH PANDANGAN DALAM MEMAHAMI KAJIAN SPASIAL SURVEI & PENGUKURAN

Bagaimana cara pandang melihat suatu ke ilmuan pengukuran dan pemetaan ? Hal menarik yang menjadi pertanyaan , sekadar berbagi prespektif secara umum terdapat 3 hal yang dapat menjadi bahan dasar dalam memahami berbagai ke ilmuan yang sering dikenal : ontologi, epistomologi, aksiologi... Bertolak dari hal tersebut maka dalam mendalami kajian spasial survei dan pengukuran dapat menekankan pada segitiga keilmuan tersebut untuk memahami fenomena yang ada.... Wallahualam  Bissawab  

PRESPEKTIF SPASIAL ERA DIGITAL

Perkembangan teknologi kini semakin pesat seiring dengan munculnya berbagai macam metode maupun pendekatan. Basis pemikiran spasial yang menekankan pada konsep dasar GIS serta pendekatannya menjadi muatan penting guna bertransformasi sesuai dengan era teknologi. Tidak sebatas pada pengoperasian teknologi namun juga perlu mendalami secara konsepsi pemikiran spasial. Untuk mendorong terwujudnya kecepatan, ketepatan, dan keakuratan. Tiga kata kunci penting yang diwujudkan dalam pemanfaatan geospasial ini :  1. Kecepatan       2. Ketepatan              3. Keakuratan  Maka dari itu optimalisasi potensi dan mitigasi menjadi hal penting untuk dicapai

Analisis Spasial untuk Identifikasi Tata Lingkungan

Lingkungan merupakan anugrah dengan memuat komponen biotik dan abiotik. Konsepsi LABAH ( Litosfer, Hidrosfer, Atmosfer, Biosfer, Antroposfer dan Hidrosfer) menjadi ekosistem yang membentuk ekosistem besar berupa lingkungan. Pendekatan spasial berbasis lokasi penting kaitannya dalam identifikasi tata lingkungan. Adapun secara sederhana tata artinya menata atau mentatur, sementara lingkungan berkenaaan dengan aspek lingkungan. Oleh karena itu dalam hal ini maka dapat menekankan dua aspek yakni aspek negatif ( menyangkut permasalahan dan tantangan) dan aspek positif ( menyangkut peluang dan kekuatan kelingkungan). Pendekatan spasial dapat digunakan untuk memodelkan dan mengukur dalam melihat aspek negatif berupa ; Degradasi , Dekualitas, Dekapasitas, Dekuantitas, Dekontunitas Disisi lain spasial penting untuk melakukan optimalisasi dan pendayagunaan potensi kelingkungan ; Manajemen Lingkungan,  Mitigasi Lingkungan, 

Kapasitas SDM Spasial berbagai peluang dan tantangan

Kerangka kerja spasial dapat dilihat dari bagaimana sdm tersebut perlu untuk meningkatkan kapasitas kemampuan kerja dan kinerja. Jika dirangkaikan sebagai suatu sistem kerja sebagai suatu keterkaitan antar kapasitas.  (Sumber : belajari dari Permenpan RB Nomor 27 Tahun 2020)